Kamis, 28 Juni 2012
Bermain PS Dengan Komputer
buat yang sudah tau mohon maap sebelumnya...
di sini ane cuman mau berbagi ilmu,info dan software...
karena gak ada salahnya khan berbagi...
hehehe...
kali ini ane bakalan share software buat main game PS d komputer atau laptop...
sebenarnya ada beberapa sih aplikasi buat main PS d laptop tapi ane paling doyan make pSX soalnya ni aplikasi yg ringan,simple dan mudah d operasikan...
kali ini ane cuman share aplikasinya doang...
buat gamenya mungkin lain kali aja ya...
hehehe...
software untuk bermain PS di laptop
huaaaaaahem...
baru bangun ni...
hehehe...
thanks buat sobat bloger yg udah setia mengunjungi tommy software...
hehehe...
kali ini ane mau share aplikasi yg lumayan keren ni...
dengan aplikasi ini sobat bloger bisa PS 1 d laptop ataupun komputer PC...
tapi ane belom isi file gamenya ya...
kalau mau file gamenya sobat boleh coment d sni dan request...
klo punya dan sempat ane bakalan upload...
klo gx punya ane bakalan berusaha nyari di google dan toko" game terdekat yang ada d rumah ane...
hehehe...
ni software emang agak jadul sih bagi yg udah tau...
tapi kalau buat yang belom tau ni software bakalan keren banget...
udah dech ane kagak mau lama...
ni die linknya...
Link software klick di sini
baru bangun ni...
hehehe...
thanks buat sobat bloger yg udah setia mengunjungi tommy software...
hehehe...
kali ini ane mau share aplikasi yg lumayan keren ni...
dengan aplikasi ini sobat bloger bisa PS 1 d laptop ataupun komputer PC...
tapi ane belom isi file gamenya ya...
kalau mau file gamenya sobat boleh coment d sni dan request...
klo punya dan sempat ane bakalan upload...
klo gx punya ane bakalan berusaha nyari di google dan toko" game terdekat yang ada d rumah ane...
hehehe...
ni software emang agak jadul sih bagi yg udah tau...
tapi kalau buat yang belom tau ni software bakalan keren banget...
udah dech ane kagak mau lama...
ni die linknya...
Link software klick di sini
Senin, 25 Juni 2012
aplikasi jadwal pertandingan EURO 2012
nih ane punya sesuatu yg baru. kmaren ane ambil dari om remo-xp, sorry aje, baru hari ni ane sempat masukin blog...
hehehehehehehehehehehe....
kali aje laris...
udah dech...
ane gak bisa basa basi ni...
ntar ni blog jadi basi...
hehehehe...
byar cpet langsung aje ye...
ni linknya...
klik disini
hehehehehehehehehehehe....
kali aje laris...
udah dech...
ane gak bisa basa basi ni...
ntar ni blog jadi basi...
hehehehe...
byar cpet langsung aje ye...
ni linknya...
klik disini
Jumat, 22 Juni 2012
Prposal Tugas Akhir Modifikasi Alat Pres Hidrolik Kapasitas 5 ton Dengan Penggerak Motor Listrik
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dari
tahun ke tahun perkembangan teknologi semakin pesat, salah satunya adalah
perkembangan di bidang alat transportasi darat yang tidak lepas dari kebutuhan
manusia. Pemakaian kendaraan roda empat (mobil) pada saat ini semakin menjamur
seiring dengan perkembangan dunia pariwisata.
Dalam
dunia pariwisata mobil digunakan sebagai alat pengangkut wisatawan menuju ke
berbagai tempat, mulai dari hotel, tempat makan atau restaurant, tempat wisata,
tempat berbelanja baik pasar tradisional maupun supermarket atau pertokoan. Di
dalam perjalanannya mobil melewati begitu banyak jalan-jalan rusak maupun
berlubang, hal ini menyebabkan kondisi mobil menurun dan bahkan terjadi
kerusakan-kerusakan pada salah satu atau lebih komponen pada bagian kaki-kaki
atau penyangga badan mobil dan mengakibatkan kenyamanan pengendara terganggu.
Hal
ini dikarenakan terdapat komponen-komponen kendaraan yang mengalami kerusakan,
misalnya adalah bantalan roda yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara dudukan
roda dengan poros roda atau poros roda dengan sistem suspensi saat kendaraan
berjalan. Jika komponen tersebut mengalami kerusakan, maka harus diganti,
karena bantalan roda termasuk komponen yang tidak dapat diperbaiki.
Untuk melakukan penggantian bantalan roda diperlukan
alat alat pres hidrolik untuk membuka dan memasang bantalan, namun alat yang
sudah tersedia,
kurang praktis karena masih
menggunakan pompa manual untuk penggerak hidroliknya dan tidak memiliki
penunjuk apakah bantalan sudah mencapai dasar dari dudukannya atau belum.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis memutuskan untuk memodifikasi
alat pres hidrolik tersebut dengan menggunakan motor listrik sebagai penggerak
pompa hidrolik.
Dengan
rancangan alat ini diharapkan dapat membantu mempermudah pekerjaan mengganti
bantalan roda dengan baik dan benar agar tidak merusak komponen.
1.2. Rumusan Masalah
Alat
pres hidrolik ini dirancang berdasarkan kebutuhan dunia kerja. Adapun rumusan
masalah yang akan dibahas dalam “MODIFIKASI ALAT PRES HIDROLIK KAPASITAS 5 TON
DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK” ini, antara lain:
1. Apa
komponen utama yang dibutuhkan untuk modifikasi alat pres hidrolik kapasitas 5
ton dengan penggerak motor listrik?
2. Bagaimana
bentuk rancangan modifikasi alat pres hidrolik kapasitas 5 ton dengan penggerak
motor listrik?
1.3. Tujuan
Adapun
tujuan umum dan tujuan khusus dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah:
1.3.1. Tujuan Umum
1.
Dapat memenuhi salah satu syarat
menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Bali
2.
Dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan
yang diperoleh selama
berada di bangku
kuliah
3. Dapat
melatih diri dalam menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan yang timbul
dalam dunia usaha atau industri
1.3.2. Tujuan Khusus
1.
Untuk mendapatkan komponen utama yang
diperlukan pada modifikasi alat pres hidrolik kapasitas 5 ton dengan penggerak
motor listrik.
2.
Untuk mendapatkan bentuk rancangan
modifikasi alat pres hidrolik kapasitas 5 ton dengan penggerak motor listrik.
1.4.Manfaat
Adapun manfaat dari Tugas Akhir ini antara lain:
1.4.1. Manfaat bagi penulis
1. Dapat
memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Diploma III Jurusan Teknik
Mesin Politeknik Negeri Bali
2.
Dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan
yang diperoleh selama berada di bangku kuliah
3. Dapat
melatih diri dalam menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan yang timbul
dalam dunia usaha atau industri
1.4.2. Manfaat bagi masyarakat
1. Dapat
membantu dan mempercepat pekerjaan mengganti bantalan roda.
2.
Dapat membantu mengatasi permasalahan
dunia kerja.
1.4.3. Manfaat bagi institusi Politeknik
Negeri Bali
1. Menambah
koleksi laporan Tugas Akhir di perpustakaan.
2. Sebagai
sarana adik kelas untuk mencari inspirasi dalam pembuatan Tugas Akhir.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1.
Bantalan
Menurut Sularso
bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau
gerak bolak-balik dapat bekerja dengan aman, halus dan panjang umur. Bantalan
harus kokoh untuk memungkinkan poros atau elemen mesin lainnya dapat bekerja
dengan baik. Jika bantalan tidak bekerja dengan baik, maka prestasi kerja
seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja dengan semestinya. Adapun
jenis-jenis bantalan antara lain adalah :
1. Berdasarkan gerakan
terhadap poros bantalan, dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis :
1) Bantalan luncur
Pada
bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan
poros dan bantalan ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantara lapisan
pelumas.
2) Bantalan gelinding
Pada
bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang
diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol atau rol jarum dan rol bulat.
3. Berdasarkan
arah beban terhadap poros, bantalan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis :
1) Bantalan
radial
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah
tegak lurus dengan sumbu
poros.
2) Bantalan aksial
Arah
beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
3) Bantalan gelinding khusus
Bantalan
ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.
2.2.
Hidrolik
Menurut Prinsip dasar dari hidrolik adalah sifat fluida cair
yang sangat sederhana dan sifat zat cair tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi
selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya. Karena sifat cairan yang selalu
menyesuaikan bentuk yang ditempatinya, sehingga akan mengalir ke berbagai arah
dan dapat melewati berbagai ukuran dan bentuk, sehingga fluida cair tersebut
dapat mentransferkan tenaga dan gaya. Dengan kata lain sistem hidrolik adalah
sistem pemindah dan pengontrol gaya serta gerakan dengan fluida cair dalam hal
ini oli. Fluida yang digunakan dalam sistem hidrolik adalah oli.
Gambar 2.1 Teori Hukum Pascal
Sumber : http://iksan35.wordpress.com/fisika-xi2/fluida
Prinsip kerja sistem hidrolik ini berdasarkan Hukum Pascal. Dimana fluida
atau minyak hidrolik yang bekerja pada sistem tertutup ditekan, tekanannya akan
diteruskan sama besarnya ke segala arah. Besarnya gaya penekan dapat diatur
sesuai dengan perbandingan diameter luas penampang pertama (A1) dan luas
penampang kedua (A2), berdasarkan persamaan :
atau
Keterangan:
,
= Tekanan input dan tekanan output
,
= Gaya input dan gaya output (N)
,
= Luas penampang (m²)
2.3.
Motor Listrik
Motor listrik adalah elemen
mesin yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Pengguanaan motor elektrik
disesuaikan dengan kebutuhan daya mesin. Motor listrik pada umumnya berbentuk
silinder dan dibagian bawah terdapat dudukan yang berfungsi sebagai lubang baut
agar motor listrik dapat dirangkai dengan rangka mesin atau konstruksi mesin
yang lain.
Gambar
2.2. Motor Listrik
Rumus
yang digunakan untuk menentukan daya motor listrik adalah sebagai berikut :
....................2.1; ( Hery, 2009: 48)
Dimana :
P =Daya
motor listrik (watt)
T = Torsi (Nm)
N = Putaran rencana (rpm)
2.4.
Transmisi Rantai
Rantai transmisi daya
biasanya dipergunakan di mana jarak poros lebih besar dari pada transmisi roda
gigi tetapi lebih pendek dari pada dalam transmisi sabuk. Rantai mengait pada
roda gigi sprocket dan meneruskan daya tanpa selip, jadi menjamin perbandingan
putaran yang tetap.
Perhitungan kecepatan rantai = Ï… (m/s)
Ï…
= ……………..(Sularso,
2008 : 195)
Dimana
:
p = Jarak bagi rantai (mm)
z1
= Jumlah gigi sprocket kecil, dalam hal reduksi putaran
n1
= Putaran sprocket kecil, dalam hal reduksi putaran.
Keuntungan
transmisi rantai :
1.
Mampu meneruskan daya besar karena
kekuatannya yang besar.
2.
Tidak memerlukan teganagan awal
3.
Keausan kecil pada bantalan
4.
Mudah memasangnya.
2.5.
Poros
Menurut Sularso
poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir
semua mesin meneruskan tenaga besama-sama dengan
putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros.
Hampir semua
mesin yang mengandung mekanisme bergerak atau berputar memiliki poros, dari
yang berukuran kecil hingga poros-posos besar. Kemudian berdasarkan posisi
dalam mesin, poros bias diletakan dalam arah vertikal maupun arah horizontal.
2.5.1. Macam-macam
Poros
Poros untuk
meneruskan daya diklasifikasikan menurut pembebanannya sebagai berikut:
1) Poros transmisi
Poros ini mendapat
beban puntir atau torsi dan beban lentur. Daya yang ditransmisikan ke poros ini
melalui roda gigi, puli, kopling, sabuk atau rantai dan sebagainya.
2) Spindle
Poros yang relatif
pendek, seperti poros utama mesin perkakas,dimana
beban utama berupa
puntiran. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil
dan bentuk serta ukurannya harus teliti.
3) Gandar
Poros ini dipasang
diantara roda-roda kereta barang, dimana tidak mendapat beban puntir dan tidak
berputar. Gandar ini hanya mendapat beban lentur, kecuali jika digerakan oleh
penggerak mula dimana akan mengalami beban puntir juga.
2.5.2. Perhitungan
Dalam Perencanaan Poros
Ada beberapa beban
yang bekerja pada poros yang perlu dihitung. Adapun beban-beban yang bekerja
pada poros dibedakan atas:
1) Poros dengan beban puntir.
Untuk poros berpenampang lingkaran maka
tegangan geser maksimumnya adalah:
....................2.2; ( Hery, 2009: 35)
Untuk
mencari diameter poros dari persamaan tegangan geser diatas, yaitu:
....................2.3; ( Hery, 2009: 35)
Untuk
kondisi poros yang lebih aman maka perlu dimasukan factor keamanan (FS). Maka
variable τmaksdiubah menjadi tegangan geser yang diizinkan (τallowable).
....................2.4; ( Hery, 2009: 35)
Untuk
mendapatkan persamaan akhir untuk menghitung diameter poros masukan persamaan
2.3 ke dalam persamaan 2.4 sehingga:
....................2.5; ( Hery, 2009: 35)
Dimana:
T =
Beban Puntir (kg.mm)
FS =
Faktor keamanan
Sy =
Kekuatan mulur (kg/mm2)
2)
Poros
Dengan beban Lentur
Poros
yang menerima beban lentur akan menghasilkan tegangan normal di dalam poros.
Tegangan normal akan mencapai harga maksimum dibagian permukaan dan besarnya
adalah:
....................2.6; ( Hery, 2009: 37)
Untuk
mencari diameter poros dapat dilakukan dengan memodifikasi persamaan sehingga
menjadi:
....................2.7; ( Hery, 2009: 37)
Untuk
mendapatkan dimensi poros yang aman maka perlu memasukan factor keamanan (FS).
Dengan demikian variable τmaksdalam persamaan diatas perlu menjadi
tegangan normal yang diizinkan τallowable.
....................2.8; ( Hery, 2009: 37)
Untuk
mendapatkan persamaan akhir untuk menghitung diameter poros yang menerima beban
lentur, masukkan persamaan 2.8 kedalam persamaan 2.9 sehingga menjadi:
....................2.9;
( Hery, 2009: 37)
Dimana:
T =
Beban lentur (kg.mm)
FS =
Faktor keamanan
Sy =
Kekuatan mulur (kg/mm2)
3)
Poros
dengan beban puntir dan lentur
Akibat
beban lentur dan beban puntir pada poros memunculkan tegangan normal dan
tegangan geser. Untuk mendapatkan diameter poros perlu dilakukan perhitungan
dari kombinasi kedua tegangan
tersebut.
Rumusnya
sebagai berikut :
....................(2.10);
(Hery, 2009: 39)
Dimana
: ML =Moment lentur terbesar (kg.mm)
T =
Moment puntir terbesar (kg.mm)
d =
Diameter poros (mm)
2.6.
Sambungan Las
Menurut Zainun
Achmad pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi
satu akibat panas.
Agar sambungan las cukup
kuat, sambungan tersebut harus dirancang sesuai dengan cara penggunaannya
nanti. Di bawah ini disebutkan beberapa jenis sambungan las :
1. Sambungan
Temu
Gambar di bawah memperlihatkan sebuah alur las
berbentuk V tunggal yang dibebani oleh gaya tarik F untuk pembebanan tarik
ataupun tekan, tegangan normal rata-rata adalah :
……………………………(2.1); (Zainun
Achmad,2006:57)
Dimana : F = gaya normal (lb)
=
Tegangan tarik yang diijinkan (psi)
H = Tebal plat (in)
l = Panjang lasan (in)
Gambar 2.6. Sambungan temu
Sumber : Zainun Achmad, 2006:57
2.
Sambungan Tumpang
Gambar dibawah menunjukan sambungan tumpang yang bekerja, gaya F yang
akan menimbulkan tegangan geser pada lasan adalah :
……………………….(2.2); (Zainun
Achmad,2006:57)
Dimana : A = Luas penampang geser (in)
A = 2 tw1
Gambar 2.7. Sambungan Tumpang
Sumber : Zainun
Achmad,2006 : 58
Keterangan : (a) Beban geser pada sambungan tumpang
(b) Kerusakan geser
(c) Dimensi tebal lasan
3. Sambungan T
Bila pada sambungan terjadi momen bending dan gaya geser seperti pada
gambar dibawah, sehingga rumus tegangan total sebagai berikut :
..................(2.3); (Zainun
Achmad, 2006:59)
Dimana : F = Gaya yang bekerja (N)
= Tegangan total (N/mm
)
H = Tinggi plat (mm)
a = Lebar pengelasan (mm)
A = Luas penampang (A = 2.a.l)
=
Panjang las
Gambar
2.8. Sambungan T
Sumber :
Zainun Achmad,2006 : 59
2.7.
Sambungan Mur dan Baut
Menurut
Sularso mur dan baut merupakan alat pengikat yang sangat penting dalam suatu
rangkaian mesin. Jenis mur dan baut beraneka ragam, sehingga penggunaannya
disesuaikan dengan kebutuhan. Pemilihan mur dan baut sebagai pengikat harus
dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan ukuran yang sesuai dengan beban yang
diterimanya sebagai usaha untuk mencegah kecelakaan dan kerusakan pada mesin.
Pemakaian mur dan baut pada konstruksi mesin
umumnya digunakan untuk
mengikat beberapa komponen, antara lain :
a.
Mengikat roda pada poros roda
b.
Pengikat pada dudukan motor listrik
c.
pengikat pada puli
Gambar 2.9. Macam-macam Mur dan
Baut
Sumber : Sularso, 2008:295
Untuk mencegah kecelakaan atau kerusakan pada mesin,
pemilihan baut dan mur sebagai alat pengikat harus dilakukan dengan seksama
untuk mendapatkan ukuran yang sesuai.
Gambar 2.10. Kerusakan pada baut
Sumber : Sularso,
2008:296
Keterangan:
a. Putus
karena tarikan
b. Putus
karena puntiran
c. Tergeser
d. Ulir
lumur (dol)
penentuan jenis dan ukuran mur dan baut harus
memperhatikan berbagai faktor seperti sifat gaya yang bekerja pada baut, cara
kerja mesin, kekuatan bahan, dan lain sebagainya. Gaya-gaya yang bekerja pada baut dapat berupa :
a. Beban
statis aksial murni
b. Beban
aksial bersama beban puntir
c. Beban
geser
d. Beban
tumbukan aksial
Untuk mencari tegangan tarik baut digunakan persamaan :
................................................(2.2);
(Sularso,2008:296)
Keterangan :
F = gaya luar (N)
d1 = diameter inti (mm)
=
tegangan tarik (N/mm)
BAB
III
METODOLOGI
3.1. Rancangan
Sebelumnya
Penggantian bantalan biasanya dilakukan
dengan cara memukul dengan palu jika bantalan menggunakan suaian pas atau
longgar, namun jika bantalan menggunakan suaian sesak maka diperlukan bantuan alat
pres hidrolik untuk membuka maupun memasang bantalan. Namun alat yang tersedia
dilapangan saat ini tidak memiliki penunjuk untuk menyatakan bahwa bantalan
sudah terpasang pada posisinya atau belum, sehingga saat memasang bantalan
harus diperhatikan dengan baik.
Gambar 3.1. Alat
pres hidrolik
Sumber : http://indonetwork.co.id
3.2.
Rancangan Yang Diusulkan
Berdasarkan
hal tersebutlah penulis memodifikasi alat pres hidrolik ini dengan menggunakan
motor listrik sebagai penggerak pompa hidrolik dan dengan dilengkapi dengan stopper untuk menghentikan putaran motor
listrik jika bantalan sudah terpasang pada posisinya. Adapun rancangan yang
diusulkan dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 3.2.
Rancangan Alat Pres Hidrolik
Keterangan:
1. Motor
listrik
2. Gear
box
3. Roda
gigi 1
4. Rantai
5. Roda
gigi 2
6. Poros
7. Roda
perubah putaran
8. Conecting
rod
9. Dongkrak
hidrolik
10. Dudukan
benda kerja
11. Tombol
start
12. Tombol
stop
13. Mistar
pengukur
Putaran dimulai dari motor listrik
diteruskan ke gearbox untuk
menurunkan putaran motor listrik yang tinggi menjadi putaran rendah untuk
memutar roda gigi sproket penggerak, gerakan diteruskan oleh rantai dan memutar
roda gigi sproket yang digerakkan untuk memutar poros, poros memutar roda
engkol untuk merubah gerak putar menjadi gerak naik-turun untuk menggerakkan
pompa hidrolik. Hidrolik dipompa dan penekan bergerak turun, penekan dikaitkan
engan mistar pengukur yang sekaligus berfungsi untuk menekan tombol stop jika
penekan
sudah turun sesuai ukuran yang ditentukan sebelum mesin dioperasikan.
3.2. Skema
atau Alur Proses
Adapun tahapan prosedur pelaksanaan Pembuatan alat ini adalah
sesuai
bagan di bawah ini :
|
revisi
|
|
ya
|
|
tidak
|
|
Start
|
|
Permasalahan
|
|
Ide
|
|
Pembuatan
gambar kerja secara detail
|
|
Proses
pembuatan dan perakitan
|
|
Uji
coba alat
|
|
1.Apakah alat yang
dirancang bisa digunakan untuk membuka dan memasang bantalan?
2.Apakah alat yang
dirancang lebih praktis dari alat yang sudah ada?
|
|
Selesai
|
|
Perencanaan
|
Gambar 3.3. Skema Aliran Proses
Perancangan Alat
3.3. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup pembahasan
dalam Tugas Akhir ini hanya memodifikasi dan memperhitungkan kemampuan
modifikasi alat pres hidrolik ini.
3.4.
Penentuan Sumber Data
Sumber – sumber data penulis
peroleh dari seorang mekanik di
bengkel resmi TOYOTA Agung Automall dan
beberapa data penulis peroleh dari internet. Oleh karena itu penulis memodifikasi
alat pres hidrolik ini agar proses penggantian bearing menjadi lebih mudah. Untuk perhitungan alat, penulis
mengambil dari berbagai buku - buku penunjang yang relevan.
3.5. Variabel
Perencanaan
Dalam pembuatan alat pres
bearing ini ada beberapa variabel yang direncanakan yaitu motor listrik, puli,
sabuk-V, poros, roda perubah gerak putar menjadi gerak naik-turun dan kekuatan
rangka alat.
3.6. Instrumen
yang Digunakan
Instrumen yang dibutuhkan
dalam pembuatan alat pres hidrolik :
1.
Meteran roll : alat untuk mengukur panjang
(satuan : cm),
2.
Penggores : untuk menggores permukaan benda
kerja sebagai batas ukur,
3.
Mistar baja : alat untuk mengukur panjang yang
terbuat dari plat baja (satuan : cm),
4.
Jangka sorong : alat untuk mengukur panjang,
diameter luar dan dalam, dan kedalaman dengan ketelitian 0,05mm-0,02mm,
5.
Mesin bor : alat untuk membuat lubang pada
benda kerja,
6.
Siku – siku : alat untuk menentukan sudut siku,
7.
Penitik : alat untuk menitik bagian yang akan
dilubangi,
8.
Gerinda duduk : alat untuk memotong bahan
logam,
9.
Mesin las : alat untuk menyambung dua buah
logam atau lebih.
10.
Mesin bubut : untuk membubut poros
3.7. Prosedur
Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data yang
penulis gunakan dalam pembuatan alat bantu penganyam bedeg ini adalah
menggunakan dua metode yaitu :
a. Metode
Wawancara
Metode
pengumpulan data dengan mengumpulkan informasi alat pengganti bantalan yang
sudah tersedia dan bertanya langsung pada mekanik TOYOTA Agung Automall yang
bersangkutan.
- Metode Literatur
Metode
pengumpulan data yang penulis lakukan dengan mengambil bahan penelitian dari
buku-buku dan situs-situs internet yang bersangkutan sebagai bahan acuan
perencanaan Tugas Akhir.
3.8. Analisis
Data
Analisis data modifikasi alat
pres hidrolik ini dapat dilakukan dengan menentukan kapasitas dongkrak hidrolik
yang digunakan, maka dapat dicari diameter dan bahan poros, kekuatan sambungan
las dan sambungan ulir, roda gigi sproket, daya motor serta beban bengkok yang diterima dudukan benda
kerja dan dudukan dongkrak hidrolik.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1. Desain Rancangan
4.1.1. Prinsip Kerja Alat
4.1.2. Komponen Pendukung
Adapun komponen-komponen dari modifikasi alat
pres hidrolik ini terdiri dari :
3. Komponen
yang dibeli :
1) Dongkrak
botol
2) Gearbox
3) Roda
gigi sproket dan rantai
4) Bantalan
5) Motor
listrik
6) Mistar
pengukur
7) Saklar start dan stop
4. Komponen
yang dibuat
1) Poros
transmisi
2) Roda
perubah putaran
3) Conecting
rod
4) Rangka
(terbuat dari kanal U)
Langganan:
Postingan (Atom)